BERITA

Detail Berita

SMA NEGERI 1 PALUPUH GELAR PELATIHAN PENYUSUNAN RPP 1 LEMBAR KURIKULUM 13

Rabu, 29 Juli 2020 13:21 WIB
284 |   -

SMA Negeri 1 Palupuh menggelar kegiatan rutinitas tahunan yakni In house Training 2020. Pada kegiataan IHT kali ini, pihak sekolah mendatangkan narasumber kompeten Ibu Anggia Nanda, M.Si ( Intrusktur Nasional Kurtilas ). Pembahasan yang paling menonjol pada pertemuan IHT ini adalah mengenai rancangan pembuatan RPP 1 lembar yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Acara IHT SMA Negeri 1 Palupuh ini diharapkan bisa memberikan kontribusi positif bagi para peserta khususnya guru/staf pengajar. Nara sumber juga menjelaskan pemanfaatan RPP 1 lembar ini mampu menjawab tantangan global bahwasannya guru tidak hanya disibukkan oleh masalah administrasi tetapi lebih mengedepankan masalah mendasar yakni proses belajar dan mengajar kepada siswa.

Ibu Anggia nanda, M.Si ( Narasumber ) Saat memberikan materi penyusunan RPP 1 Lembar

Kepala SMA Negeri 1 Palupub pada acara pembukaan IHT ini berpesan agar seluruh staf pengajar/pendidik bisa menerapkan ilmu ini dan bisa berpotensi meningkatkan kemampuan peserta didik. Lebih lanjut, nara sumber menjelaskan Tujuan Pembelajaran.

Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sesuai dengan Permendikbud nomor 14 tahun 2019 tertanggal 13 Desember 2019 merupakan salah satu terobosan baru yang dilakukan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim, ia menyebutkan penyederhanaan RPP ini didedikasikan untuk para guru agar meringankan beban administrasi guru, ia juga menambahkan selanjutnya Kemendikbud akan memberikan beberapa contoh RPP singkat yang cukup dikerjakan dalam satu halaman.

 Berdasarkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang sudah ada, guru harus mengisi dengan sedikitnya 13 komponen dalam RPP, namun kini komponen panjang tersebut hanya menjadi tiga komponen utama. Tiga komponen utama itu dimuat dalam satu lembar jauh lebih sedikit dibandingkan belasan lembar yang selama ini harus diisi. RPP yang ada selama ini hanya membebani guru. Berbagai format RPP mulai sejak kurikulum diterapkan sampai kurtilas revisi sudah mengalami berbagai perubahan konsep. Istilahnya juga mengalami berbagai perubahan. Tujuannya tetap sama yaitu perencanaan pembelajaran sebelum masuk kelas.

 Konsep RPP dengan format yang sudah ada selama ini dianggap bersifat kaku. Selain itu format yang ada terlalu banyak dengan adanya 13 komponen dalam satu RPP. Kemudian guru menyusun sendiri RPP per Kompetensi Dasar (KD) sesuai bidang studi yang diampunya. Misalnya jika seorang guru matematika mengajar di kelas VI dengan total ada 8 Kompetensi Dasar. Setiap Kompetensi Dasar harus dibuat dengan 13 komponen lengkap dalam satu RPP, maka setiap RPP per Kompetensi Dasar jumlah halamannya bisa lebih dari 20 lembar. Dengan kasus seperti contoh tersebut, maka akan menghabiskan waktu guru yang sangat banyak. Apalagi ketika adanya perubahan kurikulum dengan adanya penambahan materi sehingga harus dilakukan revisi sesuai dengan kebutuhan. Saat itu juga suatu keharusan maka dengan berbagai cara harus dibuat. Padahal tugas guru bukan hanya melakukan perencanaan pembelajaran saja melainkan harus melakukan proses pembelajaran dan evaluasi pembelajaran.

Para tenaga pendidik/guru sedang serius mendengarkan materi dari pemateri/narasumber

Hal yang penting dalam sebuah RPP bukan tentang penulisannya, melainkan tentang proses refleksi guru terhadap pembelajaran yang terjadi, dengan RPP itu sendiri guru dapat melakukan refleksi terhadap pembelajaran di kelas. Selain dapat memperbaiki kinerjanya di kemudian hari, penyusunan RPP secara efisien dan efektif dilakukan agar guru memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan dan mengevaluasi proses pembelajaran. RPP bukan hanya sekedar administrasi yang perlu dilakukan guru dengan mengisi puluhan halaman. Namun refleksi yang dimaksud adalah apakah hal yang ingin disampaikan sudah dengan baik tersampaikan kepada peserta didik atau belum. Pada hakekatnya penulisan RPP dilakukan secara efektif dan efisien untuk meningkatkan kualitas SDM anak-anak negeri. ( dikutip sebagaian dari : bdksemarang.kemenag.go.id. Dedi


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini