BERITA

Detail Berita

SMA NEGERI 1 PALUPUH LAKSANAKAN TRYOUT AKM 2020

Senin, 30 November 2020 09:01 WIB
55 |   -

SMA Negeri 1 Palupuh laksanakan kegiatan Ujian AKM  (Asesmen Kompetensi Minimum ) di ruangan laboratorium (26-27/11). Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan ujian pengganti  UN/UNBK 2021. Asesmen Kompetensi Minimum hanya difokuskan pada literasi dan numerasi. Literasi dan numerasi adalah kompetensi yang sifatnya general dan mendasar. Kemampuan berpikir tentang, dan dengan, bahasa serta matematika diperlukan dalam berbagai konteks, baik personal, sosial, maupun profesional. Dengan mengukur kompetensi yang bersifat mendasar (bukan konten kurikulum atau pelajaran), pesan yang ingin disampaikan adalah bahwa guru diharapkan berinovasi mengembangkan kompetensi siswa melalui berbagai pelajaran melalui pengajaran yang berpusat pada siswa.

Untuk SMA Negeri 1 Palupuh sendiri jumlah siswa/pesertan didik yang mengikuti ujian AKM ini sebanyak 90 siswa dibagi kedalam dua bulah laboratorium TIK dan terkoneksi jaringan internet. Kepanitiaan Ujian Tryout AKM 2020 sendiri diketuai oleh Bapak Yong Mardi, S.Pd, sekteraris Ibu Lidia Arnis, S.Si. Bendahara kegiatan ujian AKM , Ibuk Delvianti. Untuk Proktor sendiri adalah Ibuk Risa Aisi, SE dan Ibuk Rita Sarisni, S.Pd. sementara untuk teknisi, Bapak Rizky Harris, S.Pd dan bapak Dasrul. Para siswa juga Nampak antusias dalam mengikuti ujian AKM ini. Kepala SMA Negeri 1 Palupuh menegaskan bahwa sekolah telah melengkapi berbagai sarana untuk mendukung program pemerintah dalam hal kementerian pendidikan dan kebuadayaan dalam rangka mensukseskan ujian AKM ini.

                                                       suasana siswa dalam melaksanakan kegiatan ujian tryout AKM 2020

Fokus asesmen adalah kompetensi berpikir, sehingga hasil pengukuran tidak sekadar mencerminkan prestasi akademik pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika saja. Literasi dan numerasi justru bisa dan seharusnya memang dikembangkan melalui berbagai mata pelajaran, termasuk IPA, IPS, kewarganegaraan, agama, seni, dan seterusnya. Pesan ini penting dipahami oleh guru, sekolah, dan siswa untuk meminimalkan risiko penyempitan kurikulum pada pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika. Literasi di sini bukan hanya kemampuan membaca, tetapi kemampuan menganalisis suatu bacaan dan memahami konsep di balik tulisan tersebut. Sedangkan kompetensi numerasi berarti kemampuan menganalisis menggunakan angka. Dua hal ini yang akan menyederhanakan asesmen kompetensi minimum yang akan dimulai tahun 2021. Jadi bukan berdasarkan mata pelajaran dan penguasaan materi, tetapi kompetensi minimum atau kompetensi dasar yang dibutuhkan siswa untuk bisa belajar.

Asesmen Kompetensi Minimum akan dilakukan pada siswa yang duduk di pertengahan jenjang sekolah, seperti kelas 4 untuk SD, kelas 8 untuk SMP, dan kelas 11 untuk SMA. Dengan dilakukan pada tengah jenjang, hasil asesmen bisa dimanfaatkan sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar siswa. Dengan dilakukan sejak jenjang SD, hasilnya dapat menjadi deteksi dini bagi permasalahan mutu pendidikan nasional. /dedikardiandi


Komentar

×
Berhasil membuat Komentar
×
Komentar anda masih dalam tahap moderator
1000
Karakter tersisa
Belum ada komentar.

Jadilah yang pertama berkomentar di sini